Garis Besar Proyek

.. Pengembangan berkelanjutan sub sektor daging unggas dan susu di Jawa Barat ..

Kerangka Proyek

Daging unggas dan susu adalah produk protein hewani yang penting bagi konsumen di Indonesia. Setiap tahun kebutuhan untuk produk ini terus meningkat. Adalah sangat penting untuk memastikan produksi dan pasokan produk ini diselenggarakan dengan cara yang aman dan dapat dipertanggung jawabkan. Kedua mitra baik publik dan swasta di sektor peternakan ini memiliki tanggung jawab untuk mewujudkan pertumbuhan yang berkelanjutan dari sektor peternakan ini dan memastikan bahwa konsumen Indonesia akan terus memiliki akses ke produk yang terpercaya dan terjangkau.

Program Kerjasama Belanda – Indonesia di bidang Ketahanan Pangan pada peternakan (DIFS-Live) memfokuskan diri pada pengembangan di sektor unggas dan susu di Jawa Barat. Tujuan dari DIFS-Live adalah untuk mengembangkan model yang layak untuk produksi dalam negeri dan pasokan produk hewani yang terjangkau, bergizi dan aman.

Downloads

DIFSLive workshop introduction 2 9 2015

Dutch-Indonesian Food Security Programme: Livestock Sector. 2 September 2015, Jakarta

Di sektor unggas DIFS-Live fokus pada pencarian cara-cara alternatif yang lebih aman dan berkelanjutan untuk kegiatan di rumah pemotongan di Jakarta dan kota-kota lainnya. Setiap hari sekitar 0,8-1 juta ayam hidup dikirim ke kota dan dipotong untuk dipasarkan di pasar tradisional dan melalui pedagang eceran. Jika di lihat dari sisi keamanan pangan serta kesehatan hal tersebut bukan kegiatan yang aman dan berkelanjutan. Untuk memperbaiki keadaan ini DIFS-Live bekerjasama dengan rumah pemotongan hewan unggas independen untuk mengkaji metode alternatif cara pemotongan dan kegiatan pengirimannya. Penerapan higienisasi, metode pendinginan, keamanan pangan, keselamatan hewan dan efisiensi pemotongan merupakan tujuan utama. Pada saat yang sama DIFS-Live juga mendorong untuk meningkatkan konsumsi olahan produk ayam yang dibekukan bagi konsumen perkotaan. Di sektor peternakan unggas DIFS-Live berusaha meningkatkan tingkat produktivitas peternakan ayam broiler independen skala kecil dan menengah. Proyek percobaan peningkatan budidaya ayam ras pedaging harus mengarah pada peningkatan konversi pakan, kesehatan unggas, meningkatkan level produksi dan pendapatan yang lebih tinggi bagi peternak ayam broiler.

Di sektor susu, DIFS-Live akan fokus pada peningkatan pasokan susu. Pada prosesnya para produsen susu sudah bekerja sama dengan peternak sapi perah maupun koperasi susu dalam hal pengembangan sistem pengumpulan susu dan sistem kualitas kontrol. Namun demikian tingkat produksi susu dalam negeri belum menunjukan perbaikan. Satu-satunya faktor paling penting yang menjadi kendala dalam produksi susu adalah pasokan pakan. Bersama dengan petani kecil dan koperasi susu, DIFS-Live akan bekerja sama memperbaiki peningkatan produksi susu serta pasokan serat dan konsentrat pakan kemudian menggabungkannya dengan perawatan yang lebih baik untuk sapi perah.

Dengan Demikian DIFS-Live dibagi menjadi empat komponen sebagai berikut:

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan Kedutaan Besar Kerajaan Belanda (EKN) di Jakarta bersama-sama mengawasi program DIFS-Live. Kedua pihak menandatangani Nota Kerjasama di Juli 2014 yang mendefinisikan tujuan, kegiatan utama dan peran dan tanggung jawab masing – masing.

Kedutaan Belanda telah mengadakan perjanjian dengan Central Veterinary Institute (CVI) dari Animal Sciences Group (ASG) dari Wageningen University & Research untuk berkoordinasi dan menjadi mitra utama DIFS-Live. CVI sendiri telah bekerja sama dengan berbagai organisasi yang berbeda di sektor publik, swasta dan pengetahuan di Indonesia dan Belanda.