Pada Minggu pertama Bulan November 2015, Kedutaan Belanda di Jakarta dan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan memfasilitasi studi banding untuk industri ayam boiler skala kecil dan menengah untuk para pelatih unggul (master trainer). Berikut ini adalah kelima peserta yang terpilih oleh Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan untuk mengikuti kegiatan ini:

  • Imron Suandy, Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner, Dirjen Peternakan, Kementerian Pertanian
  • Dwi Windiana, Pusat Pelatihan Peternakan Cinagara, Kementerian Pertanian
  • Widya Hermana, Fakultas Peternakan, IPB
  • Denny Widaya Lukman, Fakultas Kedokteran Hewan, IPB
  • Trikisowo Jumino, PT Pangan Guna Sejahtera

ujuan umum dari pelatihan ini adalah untuk memperkenalkan kepada tim ahl dan pelatih dari Indonesia mengenai pendekatan dan teknologi yang dikembangkan oleh sektor publik maupun swasta, untuk memastikan ketersediaan daging ayam di pasar. Materi training seperti kerjasama pemerintah-swasta, peraturan standar keamanan dan kecukupan pangan, efisiensi distribusi, kesehatan unggas, serta teknik pemotongan yang benar dibahas bersama.

Selama sepekan pelatihan, Peserta dari Indonesia juga mengunjungi beberapa perusahaan maupun organisasi Belanda seperti: Avined, Clazing Export Slaughterhouse, Marel Stork Processing BV, PTC+, Wageningen UR, and the dan Kementrian Ekonomi (Direktorat Agribisnis).

Studi selama satu pekan ini didukung dan dinaungi oleh DIFS-live programme.